Seleksi Tenaga Kerja dan Penempatan
A.
Pengertian
Seleksi dan Penempatan
Menurut Umi Sukanti (1989-153) mendefinisikan seleksi
sebagai suatu proses penetapan pelamar
yang mana diantara mereka direkrut dengan melalui pertimbangan
persyaratan-persyaratan untuk dapat diterima dan melakukan pekerjaan dengan
baik.
Sedangkan menurut Randall S. Schuler dan Susan E. Jackson
(1997) yang mengaitkan seleksi dan penempatan menyebutkan bahwa seleksi adalah
proses mendapatkan dan mempergunakan informasi mengenai pelamar kerja untuk
menentukan siapa yang seharusnya diterima menduduki posisi jangka pendek dan
jangka panjang.
Sedangkan Penempatan adalah menempatkan karyawan pada
bidang pekerjaan yang dianggap sesuai dengan kompetensi yang dimilikinya
(pengetahuan, keterampilan dan keahlian).
B. Proses Seleksi
1.
Penyaringan Pelamar
2.
Tes
3.
Wawancara Awal
4.
Evaluasi Latar Belakang
5.
Wawancara mendalam
6.
Pemeriksaan Kesehatan
7.
Keputusan diterima
C. Syarat-syarat
Seleksi dan Penempatan
1.
Informasi
analisis jabatan, yang memberikan diskripsi jabatan, spesifikasi jabatan dan
standar-standar prestasi yang disyaratkan setiap jabatan;
2.
Rencana-rencana
sumber daya manusia, yang memberikan informasi kepada manager tentang tersedia
/ tidaknya lowongan pekerjaan dalam organisasi;
3.
Keberhasilan
fungsi rekrutmen, yang akan menjamin manager bahwa tersedia sekelompok orang
yang akan dipilih
D. Pengaruh
Nilai Terhadap Seleksi dan Penempatan
Penilaian perfomansi pekerjaan,
Produktivitas, Motivasi Kerja, Pelatihan dan Pengembangan, Hubungan antara
pekerja-manajemen, tindakan disiplin dan pengaduan yang dapat dilakukan pekerja
jika merasa tidak puas atas tindakan disiplin atau tindakan-tindakan manajemen
lainnya yang dianggap melanggar hak-haknya. Hak-hak pekerja, yang menyoroti
nilai pekerja publik, yang dijelaskan seberapa jauh para pekerja mempunyai
hak-hak tergantung pada nilai utama yang mendasari sistem pekerjaan publik.
E. Test
Keabsahan (Validation) dan Bentuk-bentuk Keabsahan
1.
Empirical
Validation, ini dikenal dengan keabsahan kriteria (criterion validation) yang
menghendaki bahwa suatu angka test dalam pengertian statistik dapat
dikorelasikan secara signifikan dengan unsur penting dari performansi kerja.
Sehingga tes ini akan memakan waktu dan uang dan dapa menjadi tidak praktis
bagi organisasi yang mempekerjaan sedikit orang pada suatu klas pekerjaan.
2.
Construct
Validation, adalah tes yang mengidentifikasikan ciri-ciri psikologis atau
ketangkasan yang dikaitkan dengan keberhasilan kinerja pekerjaan tersebut. Ini
membutuhkan jasa konsultan yang valid dan independen. Dan tes ini merupakan
metode pilihan untuk jabatan pemerintahan dalam rangka peningkatan
produktifitas dan kejelasan harapan kinerja.
3.
Content
Validation, tes ini menuntut adanya kualifikasi minimum yang logis yang
dikaitkan dengan kewajiban dari jabatan yang akan ditempati, standar kinerja
realistik, ketrampilan, pengetahuan sesuai dengan SKAs. Tes ini juga dapat
digunakan untuk kriteria seleksi dan promosi dengan mengukur kinerja seorang
pekerja.
F.
Metode-Metode Seleksi dan Penempatan.
1. Tinjuan Data Biografis
2. Tes ketangkasan
3. Tes kemampuan
4. Tes performansi
5. Referensi
6. Evaluasi performansi
7. Wawancara
8. Pusat-pusat penilaian
G. Kendala-kendala
Dalam Memilih Metode Seleksi Dan Penempatan
Beberapa
kendala dalam memilih metode seleksi dan penempatan, yaitu:
1. Tingkat validitas yang berbeda dan keterkaitan
kerja yang berbeda;
2. Masing-masing metode mempunyai tingkat reliabilitas
atau kekonsistenan angka bagi seorang
pelamar dibandingkan waktu;
3. Metode tersebut mempunyai tingkat biaya yang
bervariasi, dari yang mulai tidak mahal hingga biaya yang sangat mahal;
4. Orientasi nilai (efiensi, kepentingan, keadilan)
dari sebuah organisasi juga mempengaruhi dalam pemilihan metode seleksi dan
penempatan.
Perusahaan harus menentukan ragam
pilihan strategis dalam rekrutmen dan seleksi karyawan baru, antara lain:
1.
Perusahaan
dapat membuat suatu pilihan strategis yang berfokus pada pendekatan gender dan
lingkungan social.
2.
Perusahaan
dapat memilih karyawan baru (atau menyewa tenaga kerja kurang terlatih atau
yang terlatih dan professional).
3.
Perusahaan
membuat keputusan dengan memperhatikan anggaran yang tersedia untuk rekrutmen
dan seleksi karyawan.
4.
Perusahaan
dapat membuat suatu pilihan strategis untuk mencari sumber tenaga kerja yang
belum dimanfaatkan.
5.
Perusahaan
membuat keputusan strategis dengan memperhatikan kecanggihan teknologi dari
cara baru rekrutmen dan seleksi.