PRESTASI
KERJA
Pengertian Presatasi Kerja
Menurut (Hasibuan,2008 :64) menyatakan bahwa “Prestasi kerja adalah
Suatu hasil kerja yang dicapai seseorang dalam melaksanakan tugas–tugas yang
dibebankan kepadanya yang didasarkan atas kecakapan , pengalaman, dan
kesungguhan serta waktu. Selanjutnya (Rivai ,2004: 309) mengatakan bahwa
Prestasi Kerja merupakan suatu fungsi dari motivasi dan kemampuan. Berdasarkan
beberapa pendapat di atas, dapat disimpulkan bahwa prestasi kerja pegawai
merupakan hasil yang dicapai pegawai dalam pelaksanaan suatu pekerjaan yang
diberikan kepadanya baik secara kuantitas maupun kualitas melalui prosedur yang
berfokus pada tujuan yang hendak dicapai serta dengan terpenuhinya standard
pelaksanaan.
1.
Tujuan dan Manfaat Penilaiaan Prestasi Kerja
Tujuan penilaian prestasi kerja pegawai terdiri dari dua tujuan yaitu :
Tujuan pokok penilaian prestasi kerja adalah menghasilkan informasi yang akurat
tentang perilaku dan evaluasi kerja anggota organiasasi. Sedangkan tujuan
khususnya, yaitu sebagai alat evaluasi dan pengembangan.
(Simamora,2004:
421) Penilaian prestasi kerja sebagai alat dalam pengambilan keputusan oleh
pimpinan bermanfaat baik bagi pegawai, berguna untuk mengetahui kekurangan,
potensi, tujuan, rencana, dan pengembangan karir pegawai. Adanya kepercayaan
dikalangan pegawai bahwa mereka akan menerima imbalan sesuai dengan prestasi
yang dicapainya, akan merupakan rangsangan bagi pegawai untuk memperbaiki
prestasinya.
2.
Tanggung
Jawab Penilaian
Seringkali departemen
sumber daya manusia bertanggung jawab untuk mengkoordinasi perancangan dan
implementasi program program penilaian kinerja.Namun, penting bagi para manajer
lini untuk memainkan peran kunci dari awal sampai akhir.Orang orang ini
biasanya melaksanakan penilaian, dan mereka harus berpartisipasi langsung
didalamnnya agar program tersebut berhasil.
Beberapa
orang berikut ini mungkin dalam kenyataannya akan menilai karyawan:
1)
Atasan langsung
2)
Bawahan
departemen-departemen
kecil dan terutama jika data demografis pada formulir penilaian bisa
mengidentifikasi.
3)
Rekan kerja daan
anggota tim
4)
Penilaian diri sendiri
5)
Penilaian pelanggan
3.
Obyek
dan Metode -
Metode Penilain Kinerja
3.1
Objek
Penilaian Prestasi Kerja
Objek penilaian adalah perusahaan
yang dapat dikendalikan oleh karyawan yang bersangkutan. Penentuan objek
penilaian tentu saja tidak akan mencakup semua objek yang ada.
Dari uraian
diatas dapat disimpulkan baha dalam menetapkan jumlah dan jenis objek yang
dinilai harus mempertimbangkan 3 hal berikut :
1. Hasil Kerja Individu
Jika
mengutamakan hasil akhir, maka pihak manajemen melakukan penilaian prestasi
kerja dengan obyek hasil kerja individu.
2. Perilaku
Untuk
tugas yang bersifat instrinsik, misalnya sekretaris atau manajer, maka
penilaian prestasi kerja ditekankan pada penilaian terhadap perilaku, seperti
ketepatan waktu memberikan laporan, kesesuaian gaya kepemimpinan, efisiensi dan
efektivitas pengambilan keputusan, tingkat absensi.
3. Sifat
Merupakan
obyek penilaian yang dianggap paling lemah dari kriteria penilaian prestasi
kerja, karena sulit diukur atau tidak dapat dihubungkan dengan hasil tugas yang
positif, seperti sikap yang baik, rasa percaya diri, dapat diandalkan, mampu
bekerja sama.
3.2 Metode – Metode
Penilaian Kerja
a.
Metode penilaian umpan
balik 360-derajat
Metode
penilaian umpan balik 360-derajat adalah metode penilaian kinerja popular yang
melibatkan masukan evaluasi dari banyak level dalam perusahaan sebagaimana pula
dari sumber-sumber eksternal.
b.
Metode skala penilaian
Metode
skla penilaian (rating scales method)
adalah metode penilaian kerja yang menilai para karyawan berdasarkan
faktor-faktor yang telah ditetapkan.
Menggunakan
pendekaan ini, para evaluator mencatat penilaian mereka mengenai kinerja pada
sebuah skala.Skala tersebut meliputi beberapa kategori, biasanya dalam angka 5
sampai 7, yang didefinisikan
dengan kata sifat seperti luar biasa, memenuhi harapan, atau butuh perbaikan.
c.
Metode insiden kritis
Metode
insidn kritis (critical incident method)
adalah metode penilaian kinerja yang membutuhkan pemeliharaan dokumen-dokumen
tertulis mengenai tindakan-tindakan karyawan yang sangat positif dan sangat
negatif.
d.
Metode essai
Metode
esai (essay method) adalah metode
penilaian kinerja di mana penilai menulis narasi singkat yang menggambarkan
kinerja karyawan. Metode
ini berfokus pada perilaku ekstrim
dalam pekerjaan karyawan dan bukan kinerja rutin harian.Peilaian jenis ini
sangat bergantung pada kemampuan menulis dari evaluator.
e.
Metode standar kerja
Metode
standar kerja (work standards method)
adalah penilaian kinerja yang membandingkan kinerja setiap karyawan dengan
standar yang telah ditetapkan atau tingkat output yang diharapkan.
f.
Metode peringkat
Metode
peringkat (ranking method) adalah
metode penilaian kinerja di mana penilai menempatkan seluruh karyawan dari
sebuah kelompok dalam urutan kinerja keseluruhan.
g.
Metode distribusi
dipaksakan
Metode
distribusi dipaksakan (forced
distribution method) adalah metode penilaian kinerja yang mengharuskan
penilai untuk membagi orang-orang dalam sebuah kelompok kerja ke dalam sejumlah
kategori terbatas, mirip suatu distribusi frekuensi normal.
h.
Metode skala penilaian
berjangkar keperilakuan
Metode
skala penilaian berjangkar keperilakuan (behaviorally
anchored rating scale/BARS) adalah metode penilaian kinerja yang
menggambungkan unsur-unsur skala penilaian tradisional dengan masing-masing
yang dideskripsikan menurut perilaku kerja spesifik seorang karyawan.
4.
Daftar Penilaian Pekerjaan
Daftar penilaian pekerjaan merupakan dokumen
kepegawaian yang bersifat rahasia. Daftar penilaian pekerjaan disimpanuntuk selama 5 tahun mulai tahun
pembuatannya. Daftar
penilaian pekerjaan yang telah lebih dari 5 tahun tidak digunakan lagi dan
dapat dimusnahkan menurut tata cara yang diatur dalam perundang undangan yang
berlaku.
Nilai pelaksanaan pekerjaan dinyatakan dengan sebutan angka sebagai
berikut:
a. Amat
baik = 91-100
b. Baik
= 76-90
c. Cukup = 61-75
d. Sedang = 51-60
e. Kurang = 50 ke bawah
5.
Unsur Unsur Yang Dinilai Dalam Penilaian Prestasi
Kerja
Berikut ini unsur-unsur dasar dalam penilaian prestasi kerja.
MenurutMalayu S.P Hasibuan (2001:104)
antara lain :
1.
Kesetiaan
Penilai menilai kesetiaan pekerjaan terhadap
pekerjaannya, jabatan dan organisasi. Kesetiaan ini
dicerminkan oleh kesediaan karyawan menjagadan membela organisasi didalan maupun
di luar pekerjaan.
2.
Prestasi
Kerja penilai menilai hasil kerja baik kualitas maupun kuantitas yang
dapatdihasilkan oleh karyawan dari uraian pekerjaannya.
3.
Kejujuran
Penilai menilai kejujuran dan melaksanakan
tugas-tugasnya memenuhiperjanjian baik bagi dirinya maupun terhadap orang lain.
4.
Kedisplinan
Penilai menilai kedisiplinan karyawan dalam
mematuhi peraturan-peraturan yang ada dan mengerjakan pekerjaannya sesuai
dengan intruksi yang
diberikan kepadanya.
5.
Kreativitas
Penilai menilai kemampuan karyawan dalam
mengembangkan kreatifitasnya
untuk menyelesaikan pekerjaannya, sehingga bekerja lebih berdaya dan berhasil guna.
6.
Kerjasama
Penilai menilai terhadap partisifasi dan kerjasama
dengan karyawan lainnya baik
vertikal maupun horizontal didalam maupun diluar pekerjaan.
7.
Kepemimpinan
Penilai menilai kemampuan untuk memimpin,
mempengaruhi dan mempunyai
pribadi yang kuat, dihormati, berwibawa dan dapat memotivasi orang lain.
8.
Kepribadian
Penilai menilai sikap perilaku, kesopanan periang,
disukai, memberi kesan menyenangkan,
memperhatikan sikap yang baik dan penampilan yang simpatik serta wajar dari karyawan tersebut.
9. Prakarsa
Penilai
menilai kemampuan berfikir berdasarkan inisiatif sendiri
untuk menganalisis, menilai, menciptakan, memberikan alasan, mendapatkan kesimpulan, dan membuat
keputusan masalah yang dihadapinya.
10. Tanggung Jawab
Penilai
menilai kesediaan karyawan dalam mempertanggung jawabkan kebijaksanaannya,
pekerjaan dan hasil kerjanya, sarana dan prasarana yang dipergunakan.
6.
Masalah
dalam Penilaian Kerja
1.
Ketidaknyamanan
Penilaian
Melaksanakan
penilaian kinerja seringkali menjadi tugas manajemen sumber daya manusia yang
membuat frustasi.
2.
Ketiadaan Obyektivitas
Kelemahan
potensial dari metode-metode penilaian kinerja tradisional adalah tidak adanya
objektivitas.
3.
Halo/Horn Error
Halo
error muncul ketika manajer menggeneralisasikan satu unsure atau insiden
kinerja positif kepada seluruh aspek kinerja karyawan, menghasilkan nilai yang
lebih tinggi.
4.
Sikap Lunak/Sikap Keras
Memberikan
nilai tinggi tanpa alas an yang bisa diterima disebut sikap lunak (leniency). Perilaku ini seringkali
dimotivasi oleh keinginan untuk menghindari kontroversi mengenai penilaian.
5.
Central Tendency Error
Central tendency error
adalah kesalahan penilaian evaluasi yang muncul ketika para karyawan secara
tidak benar dinilai mendekati rata-rata atau pertengahan skala.
6.
Bias Perilaku Terakhir
Hampir
semua karyawan mengetahui dengan tepat kapan penilaian kinerja dijadwalkan. Meskipun tindakan
mereka mungkin tidak disadari, perilaku karyawan seringkali menjadi lebih baik
dan produktivitas cenderung meningkat beberapa hari atau minggu sebelumnya.
7.
Bias Pribadi (Stereotyping)
Pengaruh
bias budaya, atau stereotyping,
secara pasti bisa mempengaruhi penilaian. Para manager memunculkan
gambaran-gambaran mental mengenai apa yang dianggap sebagai karyawan ideal dan
para karyawan yang tidak sesuai denga gambaran tersebut bisa dinilai secara
tidak adil.
8.
Mainpulasi Evaluasi
Dalam
beberapa kasus, para manager mengendalikan hamper semua aspek proses penilaian
dan dengan demikian berada dalam posisi yang bisa memanipulasi data.
9.
Kecemasan Karyawan
Proses
penilaian juga bisa menciptakan kecemasan bagi karyawan yang dinilai.
Peluang-peluang promosi, penugasan kerja yang lebih baik, dan peningkatan
kompensasi bisa bergantung pada hasil penilaian. Hal tersebut
menimbulkan bukan hanya kegelisahan, namun juga penolakan total.
7.
Tips - Tips Dalam Melakukan Penilaian Prestasi Kerja
1.
Sistem
penilaian prestasi sesuai dengan kebutuhan organisasi
2. Faktor faktor yang dinilai objektif dan konkrit
3. Penilaiannya bebas dari bias
4. Prosedur dan administrasinya seragam
5. Sistemnya mudah digunakan
6. Hasil penilaian digunakan dalam pengambilan keputusan
7. Sistemnya memungkinkan dilakukannya proses peninjauan ulang
8. Yang menggunakan dapat menggunakannya sebagai input
9. Dapat dilaksanakan dengan ekonomis
10. Hasil penilaiannya didokumentasikan
11. Penilai terlatih dan berkualitas
12. Sistemnya mencakup monitoring dan evaluasi
13. Manajer puncak dengan jelas memberikan dukungannya terhadap system